Mamuju, 24 April 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor dan mempercepat proses perizinan terkait pemanfaatan kawasan hutan, tim dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (24/4).
Kunjungan ini diwakili oleh Alfian Izzah Alfaizin dan Muh. Djajadi dari PLN UP2K Sulbar. Mereka diterima langsung oleh Kepala Bidang Tata Guna dan Pemanfaatan Hutan, Bapak Budiman Said, S.Hut., di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis, khususnya menyangkut tindak lanjut progres pengajuan izin kerja sama pemanfaatan kawasan hutan (PKS) yang saat ini tengah diproses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam prosesnya, terdapat beberapa revisi dari pihak kementerian, terutama menyangkut ketidaksesuaian format dokumen kajian teknis yang sebelumnya dilampirkan.
Kajian teknis yang dikirim sebelumnya dinilai masih berupa pertimbangan teknis untuk permohonan Pemakaian Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), bukan untuk Perjanjian Kerja Sama (PKS). Menanggapi hal tersebut, disepakati bahwa akan disusun kajian teknis baru yang secara khusus mendukung pengajuan rekomendasi PKS antara Dinas Kehutanan Sulbar dan PT PLN (Persero) UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Lebih lanjut, disepakati pula bahwa format kajian teknis akan dievaluasi bersama oleh tim PLN dan Dinas Kehutanan sebelum dikirimkan kembali ke Kementerian. Format ini akan menyesuaikan dengan arahan revisi dari KLHK, serta diusahakan agar dapat mencakup rencana pekerjaan PLN periode 2025–2029. Harapannya, kajian ini bisa menjadi acuan dalam setiap permohonan perizinan selama lima tahun ke depan tanpa perlu penyusunan dokumen ulang.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen PLN dalam menjalankan operasional ketenagalistrikan yang taat regulasi dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Barat.