Berita Explorer – Belakangan ini, tren lari sedang menjadi gaya hidup baru di berbagai kota besar maupun daerah. Dari komunitas lari di media sosial, hingga ramainya agenda fun run dan marathon, tampaknya kita sedang berada di “musim lari”. Fenomena ini memunculkan rasa FOMO (Fear of Missing Out) bagi banyak orang—tak ingin ketinggalan tren sehat ini.
Tapi bagi pemula, mulai lari bukan hanya soal membeli sepatu dan langsung berlari. Diperlukan persiapan fisik, mental, dan strategi agar tidak cepat cedera atau merasa kapok. Berikut 5 tips lari yang bisa kamu terapkan:
1. Tentukan Tujuan dan Mulai Perlahan
Mulailah dengan tujuan yang realistis, misalnya ingin lari 2-3 kali seminggu selama 20 menit. Jangan terburu-buru mengejar jarak jauh atau pace cepat. Tubuhmu butuh waktu beradaptasi.
2. Gunakan Sepatu yang Tepat
Sepatu lari yang nyaman dan sesuai dengan bentuk kaki sangat penting untuk menghindari cedera. Hindari memakai sepatu kasual atau yang sudah aus.
3. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan
Sebelum mulai, lakukan peregangan ringan dan jalan cepat 5-10 menit. Setelah selesai, lakukan pendinginan untuk membantu pemulihan otot dan menghindari kram.
4. Perhatikan Nafas dan Ritme Tubuh
Jangan memaksakan diri untuk berlari cepat. Fokus pada ritme napas dan dengarkan tubuhmu. Jika terlalu ngos-ngosan, boleh jalan dulu.
5. Catat Perkembangan dan Rayakan Progres
Gunakan aplikasi atau jurnal lari untuk melihat perkembanganmu. Setiap pencapaian kecil layak dirayakan dan memotivasimu untuk terus konsisten.
Fenomena lari ini bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga membawa banyak manfaat—mulai dari kesehatan jantung, pengurangan stres, hingga menambah koneksi sosial. Jadi, jika kamu merasa FOMO, ini saat yang tepat untuk mulai berlari. Tapi ingat, mulai perlahan dan nikmati prosesnya.